International Research Conference on Muhammadiyah
Universitas Muhammadiyah Malang
International Research Conference on Muhammadiyah
Universitas Muhammadiyah Malang

Peringati 1 Abad Muhammadiyah, UMM Himpun Peneliti Dunia

Author : Administrator | Rabu, 07 November 2012 10:49 WIB

Arsip Berita

Berita Terpopuler

Berita UMM
 

 

Sejumlah pengamat dan peneliti dari berbagai negara memastikan berkumpul di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 29 November hingga 2 Desember mendatang. Mereka akan mempresentasikan makalahnya dalam International Research Conference on Muhammadiyah (IRCM).

“Ini merupakan konferensi peneliti yang concern tentang isu-isu Muhammadiyah. Mereka kami kumpulkan dari berbagai negara,” kata Steering Committee (SC), Prof Dr Nakamura Mitsuo, usai rapat panitia di UMM, Sabtu (22/9). Rapat diikuti oleh anggota SC lainnya, antara lain Prof Dr Azyumardi Azra, Prof Dr Amin Abdullah, Prof HA Malik Fadjar, dan Najib Burhani.

Beberapa nama yang sudah mengirim naskah dan siap mempresentasikan papernya, antara lain James Peacock (University of North Carolina, AS), Steven Drakeley (University of Western Sydney), Gwenaël Feillard (Centre Asie du Sud-Est, Prancis), M.C. Ricklefs (Australian National University), Jonathan Benthall (University College London), Hattori Mina (Nagoya University, Jepang), Claire-Marie Hefner (Emory University, AS), Alpha Amirrachman (KITLV Leiden, Belanda), Robert W. Hefner  (Boston University), Mark R. Woodward (Arizona State University, AS), Hyung-Jun Kim (Kangwon National University, Korea Selatan), Herman L. Beck (Tilburg University), Eunsook Jung (Fairfield University), Ken Miichi (Iwate Prefectural University). Beberapa nama peneliti Indonesia, terutama anak Muda Muhammadiyah juga tercantum dalam jadwal acara.

Acara akan dibuka ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsudin. Sedangkan mantan ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr A Syafii Maarif dan Nakamura memberikan keynote address.

Rektor UMM, Dr Muhadjir Effendy, menerangkan acara ini merupakan refleksi yang dikerjakan secara serius untuk memperingati 1 abad Muhammadiyah. Hasil dari konferensi ini diharapkan menjadi catatan sejarah yang penting  bagi Muhammadiyah. “Sudah agak lama peneliti-peneliti itu tidak memperhatikan Muhammadiyah. Ini saatnya memanggil mereka kembali untuk member konstribusi pemikiran pada usia satu abad ini,” ungkapnya.

Nakamura berharap konferensi berhasil menghimpun pemikiran-pemikiran baru yang otentik dan cerdas terkait dengan berbagai persoalan. Antara lain, Muhammadiyah dilihat dari bidang dakwah, pemikiran, kepemimpinan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, filantropisme, isu gender serta keunikan-keunikan kasus yang berlaku di berbagai cabang atau ranting. (nas)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image